SANGKETTA MUSLIM- NU dengan tegas menolak pendirian negara khilafah. Sebaliknya, NU mendukung persatuan seluruh umat beragama didunia. Sikap NU ini tertuang dalam rekomendasi Muktamar Internasional Fikih peradaban I yang dibacakan oleh mustasyar PBNU KH Ahmad Musthafa Bisri/Gus Mus & Yenny Wahid dan menganggap ISIS buatan islam yang disebut khilafah serta membuat fikih baru dengan dasar-dasar PBB dalam acara Satu abad NU di siduarjo, Jatim, Selasa (7/2/2023)
Dalam pusat kajian
dan Analisis Data Ahmad Khozinudin menyatakan
dengan tegas , kalau kita(pemerintah) memang ingin mengambil jalan baru kita
harus punya reverensi untuk jalan itu sudah terbukti berhasil selamat, kalau
khilafah sudah terbukti 13 Abad berhasil selamat, nah jikalau PBB mana
buktinya? Hari ini banyak perang salah satunya hari ini perang ukraina dan
jerman itu terjadi didepan hidung PBB, dan apa yang bisa dilakukan PBB? Ga bisa
apa-apa,” ujarnya. Kamis(9/2/2023)
Serta praktek ISIS pun, tukasnya’’ itu bukan perwakilan
perjuangan khilafah, itu dibangun oleh Amerika diakui oleh Hillallry
Clinton, mereka lah yang mendanai ISIS tujuannya adalah membuat citra buruk khilafah
serta menggiring opini buruk khilafah.
https://www.youtube.com/watch?v=XJ6eWiOo7Zo&t=3614s
Dalam pusat kajian
dan Analisis Data Ahmad Khozinudin menyatakan
dengan tegas , kalau kita(pemerintah) memang ingin mengambil jalan baru kita
harus punya reverensi untuk jalan itu sudah terbukti berhasil selamat, kalau
khilafah sudah terbukti 13 Abad berhasil selamat, nah jikalau PBB mana
buktinya? Hari ini banyak perang salah satunya hari ini perang ukraina dan
jerman itu terjadi didepan hidung PBB, dan apa yang bisa dilakukan PBB? Ga bisa
apa-apa,” ujarnya. Kamis(9/2/2023)
Disisi lain
Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS)
Farid Wajdi menyatakan, memosisikan PBB untuk menggantikan khilafah adalah
sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta. “Memosisikan PBB untuk menggantikan
khilafah itu adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta,” ujarnya kepada Mediaumat.id,
Rabu (8/2/2023).
Karena, tegas Farid, khilafah ala minhajin
nubuwah itu adalah ajaran Islam. Yaitu bagian dari syariat Islam yang mengatur
tentang sistem pemerintahan Islam. Oleh karena itu para ulama telah bersepakat
tentang wajibnya kaum Muslim untuk menegakkan khilafah.
Farid
mencontohkan, Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim itu
menjelaskan bahwa para ulama telah sepakat sesungguhnya wajib atas kaum Muslim
untuk mengangkat khalifah. Dan kewajiban ini didasarkan pada dalil-dalil syara’ yakni
Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijma’ Sahabat. Sehingga kalau ada upaya untuk
menggantikan khilafah dengan gagasan PBB, maka itu harus berdasarkan dalil dan
argumentasi syariat Islam.
“Kita
lihat tidak ada satu pun dasar yang bisa dijadikan pegangan untuk menggantikan
khilafah ini dengan PBB,” ucap Farid
Menurut
Farid, meskipun PBB tujuannya itu adalah menggagas perdamaian dunia, tapi pada
kenyataannya PBB hanya menjadi alat politik negara-negara Barat untuk
mengendalikan dunia terutama pasca-Perang Dunia II.
Farid
mengatakan, penggagas utama PBB adalah lima negara pemenang perang yaitu
Amerika, Inggris, Prancis, Rusia dan Cina. Negara-negara tersebut merupakan
anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan memiliki hak veto. Sehingga resolusi apa
pun yang dikeluarkan PBB apabila diveto oleh salah satu negara tersebut, maka
resolusi itu bisa dibatalkan.
Hal
ini menunjukan PBB itu sebenarnya diciptakan atau dibuat oleh lima negara
pemenang perang ini untuk mengendalikan dunia. Maka tidak mengherankan jika PBB
dalam praktiknya telah gagal untuk menyelesaikan atau menghentikan peperangan
dan membangun perdamaian dunia.
Ia
mencontohkan, pada tahun 1994 PBB gagal mencegah pembantaian masal di Rwanda.
Saat itu pasukan perdamaian PBB dari Belgia meninggalkan satu sekolah yang
menampung dua ribu pengungsi. Begitu juga hal yang sama terjadi di Serbenica
Bosnia. Pada saat itu pasukan perdamaian PBB asal Belanda menyerahkan salah
satu kamp pengungsian pada tentara Serbia, maka terjadilah pembantaian pada
Muslim Bosnia. Belum lagi kegagalan PBB menyelesaikan persoalan Irak dan
Suriah.
Bahkan
Farid menilai, PBB telah menjadi alat legitimasi bagi Amerika untuk
membombardir Afghanistan dan Irak yang menyebabkan satu juta orang terbunuh.
PBB juga seperti macan ompong jika terkait dengan resolusi yang berhubungan
dengan Israel.
“Jadi
kita simpulkan, PBB tidak bisa menjadi lembaga untuk menjaga perdamaian dunia,”
tuturnya.
Farid
menyebut, kekeliruan selama ini adalah menjelaskan khilafah dengan
mendasarkannya kepada ISIS. Sehingga sampailah pada kesimpulan seolah-olah
khilafah itu menimbulkan kekacauan dan tidak menjaga nyawa manusia.
Farid
mengungkapkan, ISIS bukanlah khilafah ala minhajin nubuwwah. Hal itu
telah disampaikan oleh mantan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton yang
mengakui bahwa ISIS adalah ciptaan Amerika. Jadi mendasarkan khilafah pada ISIS
yang merupakan ciptaan Amerika untuk menyerang khilafah dengan mengatakan
khilafah adalah sesuatu yang buruk, tentu ini suatu hal yang keliru.
“Seharusnya ketika kita bicara khilafah, kita harus merujuk pada khilafah ala minhajin nubuwwah yang pernah dipraktekan para Khulafaur Rasyidin yang membawa perdamaian, yang memberikan kebaikan bagi umat manusia, bukan hanya umat Islam,” pungkasnya. sumber : mediaumat.id
ditulis oleh: rosyid ridho

No comments:
Post a Comment