عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو - رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا - قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللهِ : أَرْبَعُ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ
كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى
يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ
غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
Artinya :
Dari abdillah bin amr radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi
Shalallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda : ada empat tanda orang munafik,
barang siapa yang memiliki salah satu sifat munafik, maka ia memiliki sifat tersebut
sampai ia meninggalkannya : (1) jika diberi amanah, berkhianat, (2) jika
berbicara, berdusta, (3) jika membuat perjanjian, tidak terpenuhi, (4) jika
berselisih, dia akan berbuat zalim 1
1Mutafak ‘alaih
seperti dikitab sohih bukhari dalam kitabnya al iman: ciri-ciri orang munafik,
nomor 34
Sang perawi
hadist :
Nama aslinya Abdullah
bin amr bin ash, beliau adalah sosok yang kuat beribadah dan alim, shaleh serta
masuk islam sebelum bapaknya
Beliau wafat pada
malam hari di usianya yang ke 72 tahun bertepatan dengan tahun 65 atau 63
hijriah dan dimakamkan di rumahnya sendiri, karena terjadinya kerusuhan di
waktu itu.
Abdullah bin Amr
meriwayatkan hadits sekitar 700 hadist dari Umar, Abu Darda, Muadz bin Jabal, Abdurahman bin Auf,
dan beberapa yang lain. Yang meriwayatkan darinya antara lain Abdullah bin Umar bin Al-Khatthab, as-Sa’ib bin Yazid, Sa’ad
bin Al-Musayyab, Thawus, dan Ikrimah.
Sanad paling shahih
yang berpangkal darinya ialah yang diriwayatkan oleh Amr bin Syu’aib dari
ayahnya dan kakeknya Abdullah.Abdullah
bin Amr wafat pada tahun 63 H pada malam pengepungan
Al-Fusthath.

No comments:
Post a Comment