SANGKETTA MUSLIM- fenomena pelajar yang mengajukan kebebasan menikah di Jawa Timur mencapai hingga 15.000 pelajar karena hamil di luar nikah, sebagai akibat maraknya berbagai pihak di dalam liberalisasi seksual. .
“Jadi ini benar-benar sebuah akumulasi dari maraknya berbagai jenis/pihak dalam ruang pembebasan seksual, akhirnya terjebak dalam maraknya perzinahan di kalangan anak muda,” ucapnya di acara ngopi (Obrolan Politik Pagi hari):
Dispensasi Nikah, Krisis Seks Bebas Indonesia, Minggu (29 Januari 2023) di Channel YouTube ID Peradaban Islam.
Menurutnya, media berperan, terutama media 18+ yang menyajikan konten dewasa, termasuk produser dan penulis yang tampil di sana.
Selain itu, remaja disuapi cerita-cerita beracun. “Kisah-kisah beracun seperti istilah 'seks pranikah' seolah olah itu adalah kata yang positif, bukan hal yang buruk, bukan hal yang jelek. Padahal, intinya seks pranikah itu perzinahan," ujarnya.
Selain itu, menurut Asri, ada istilah baru yang disebut persetujuan seksual, jika hubungan seks suka sama suka maka tidak masalah.
-Melalui hal-hal tersebut, remaja pada khususnya dan masyarakat pada umumnya kehilangan kesopanan, kehilangan kepekaan terhadap pelanggaran, dan kemudian menjadi orang yang toleran terhadap seks. Akhirnya, masyarakat yang lebih permisif akan muncul, jelasnya.
Karena itu, ia memandang tidak ada masalah menikah dini jika memang karena kemauan. Tapi masalahnya adalah perzinahan dini. “Masalah zina dini,” pungkasnya.[] Ade Sunandar

No comments:
Post a Comment